Berikut Tuntutan FKG di Kemenag Polman

24 Oktober 2016 21:44

Guru Honerer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru melakukan aksi damai di Kantor Kementrian Agama Polewali Mandar, Senin (24/10).

Kordinator Lapangan, Muhammad Adam dalam aksinya mengatakan agar Kemenag agar betul-betul serius menangani apa yang menjadi tuntutan FKG. “Aksi damai yang kita lakukan ini agar Kemenag serius menangani apa yang menjadi tuntutan kami hari ini,” kata Adam

Lanjutnya, dirinya juga menceritakan apa yang menjadi tuntutannya kepada Kemenag Polman. “Yang menjadi tuntutan kami diantara Kata-Kata yang tidak etis dikeuarkan oleh Kasi Kemenag, Dengan ringan tangan melemparkan berkas seorang guru, jadwal pemeriksaan berkas tidak teratur, mondar-mandir ke kantor tanpa penyelesaian pemeriksaan LPJ BOS, Pemeriksaan LPJ BOS tidak membentuk tim, kadangkala di ACC Bendahara (Pak Ridwan) tetapi tidak diterima oleh kepala SEKSI MADRASAH, adanya diskriminatif : 2 LPJ BOS dengan format yang sama satu diterima dan yang satunya tidak diterima, Pemeriksaan berkas sertifikasi kadangkala tidak bersamaan hadir sehingga mengakibatkan keterlambatan berkas, staf kurang difungsikan dalam pemeriksaan LPJ BOS karena dianggap tidak kompeten, rekomendasi MAPENDA (terpencil) tidak transparan karena rata-rata yang kena adalah guru madrasah di Kecamatan Binuang sedangkan daftar madrasah terpencil tidak ada, Pemeriksaan LPJ BOS tidak dilayani pada jam pertama karena guru dianggap tidak melaksanakan tugas pokok yaitu melaksanakan PBM, sedangkan yang menghadap adalah bendahara bukan guru, Dana BOS januari sampai september tahun 2016 masih banyak terbengkala : Januari-Maret 40% tidak cair, April-Juni 60% tidak cair dan ada beberapa madrasah sudah 2 bulan tidak belajar akibat tidak cairnya dana BOS madrasah dan orang tua siswa telah berdatangan minta surat pindah anaknya,” tuturnya

Dalam aksi damainya Kemenag Polman menerima dengan baik sehingga melakukan hearing anatara pihak Kemenag dan FKG.

Berita selengkapnya Baca Edisi Selasa (25/10) Harian Polman Ekspres.