Ini Komentar Dua Unsur Terkait Mesjid Lambanan

17 Oktober 2016 17:52

Masjid Abadan atau Lambanan menjadi perbincangan hangat dari berbagai pihak karena Mesjid tersebut dianggap sebagai peninggalan sejarah dan masuk dalam daftar Cagar Budaya.

Asisten Satu Pemda Polman, Amujib saat dikonfirmasi mengatakan tidak ada pernah izi untuk perobohan Mesjid tersebut. “saya kemarin mendapat permohonan renovasi Mesjid dari yayasan ASA tapi tidak diberikan izin, tapi yang bisa menetapkan Cagar Budaya bukan Pemda tapi dari Balai Cagar Budaya,”kata Amujib

“Sampai saat ini terkait robohnya mesjid itu belum ada izin dikeluarkan baik itu Kesra maupun Disbudpar belum pernah melaporkan hal tersebut tapi yang saya tahu bahwa seluruh situs-situs peninggalan masa lalu itu Cagar Budaya tapi ada standar untuk ditetapkan oleh Balai Cagar Budaya nah yang saya paham tidak ada saya tahu bahwa masjid lambanan itu adalah Cagar Budaya mungkin itu yang membedakan persepsi kita, persepsi masyarakat dan persepsi aturan,” tutur Amujib

Selain itu, Asisten Satu Pemda juga menjelaskan bahwa rana Pemda fokus kordinasinya ke Mesjid Besar. “Jadi memang agak terbatas kita karena kita kordinasikan langsung kalau mesjid besar seperti Mesjid Wonomulyo dan Mesjid Syuhada kalau di desa menjadi Rana Pemerintah Desa,” ujar Amujib

Direktur Utama Yayasan ASA, Asri Anas saat dikonfirmasi mengatakan mesjid Abadan atau Lambanan bukan dirobohkan tapi dibangun kembali. “Bukan perobohan tapi pembangunan. Sekarang sudah naik pondasi.bantuan pemerintah pusat sebesar 3 M untuk pembangunanya,” Kata Asri

“Masyarakat disana dan Hasan Basri yang Imamnya Mesjid Almarkas menginginkan untuk pembangunan makanya kita anggarkan 3 M pembangunan itu nah untuk membangun itu tentu kita robohkan karena Pondasinya sudah tidak layak lagi makanya kita ganti Pondasi baru,” Ucap Asri

Selengkapnya Baca Edisi Selasa (18/10) Harian Polman Ekspres.