AIM Bangga Kepada Unasman

16 September 2016 21:14

Bupati Kabupaten Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, menyambangi Universitas AL-Asyariah Mandar (UNASMAN), dalam rangka “pelantikan gugus depan 01-119/01-120 Universitas AL-Asyariah Mandar dan pelantikan dewan racana, masa bakti 2016-2017”, jum’at (16/9).
“Saya bangga kepada Rektor dan seluruh jajaran Unasman, karena kerja keras, mereka membuat Unasman bisa diperhitungkan sampai sekarang ini. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi dan kualitas mahasiswanya lebih ditingkatkan lagi. Semua hal yang pernah menjadi persoalan, temasuk peperangan yang dulu mudah-mudahan tidak terjadi lagi, Karena kampus ini merupakan salah satu harapan Polewali Mandar, dalam melahirkan orang-orang yang mampu bersaing,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, ia juga mengaharapkan Unasman ikut berpartisipasi dalam peraihan piala adipura. “Saya harapkan kepada bu rektor, mudah-mudahan bisa ikut bekerja sama dalam menggenjot piala adipura dan bisa menggerakkan maba-mabanya. Tak lupa, saya akan penuhi permintaan ibu rektor, karena ini juga janji saya untuk membangun gedung. Gedungnya katanya, mau yang lebih besar dari yang di luar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Chuduriah Sahabuddin selaku Rektor Unasman mengatakan, pihaknya akan melaksanakan perintah dari pemerintah daerah, untuk ikut menggenjot piala adipura, dan segala programnya. “tentu kita akan melaksanakan segala permintaan dari pemerintah daerah, karena apapun yang menyangkut kepentingan Kabupaten Polewali Mandar, itu kita harus laksanakan, dan kita patut berbangga dengan perhatian pak bupati sehingga kita bisa ikut berpartisispasi dalam membangun,” tambahnya.

Di lain tempat, Solihin Azis selaku kepala keuangan Unasman mengungkapkan mengenai kulitas Mahasiswa, bahwa itu tergantung dari cara kita memberikan arahan dan proses belajar.

“Kenapa kualitas Mahasiswa Unasman bisa diperhitungkan, karena kita berikan proses yang baik, dan dari proses itulah pemikiran seseorang dapat berkembang. Jadi kita utamakan proses, dari mereka mulai masuk sampai sarjana. Kaya maba yang sekarang ini, kita lebih utamakan cara yang melatih pemikiran bukan lagi kekerasan, karena sebelum adanya perintah dari pusat tentang pelarangan melakukan kekerasan, kita lebih dulu sudah indahkan di sini. Jelas prisip belajar kita adalah bagaimana bisa membentuk karakter, ahlak, dan kecerdasan berfikirnya. Makanya mahasiswa kita bisa masuk di segala lini, termasuk bersikap di kalangan masyarakat, dan itu terbukti sampai sekarang ini,” terangnya. (polman ekspres)

Penulis ; Muhammad Arif