Kunjungan ke Palippis Akan Diperketat

2 September 2016 20:30

Dijadwalkan para tamu 5 negara dalam acara Polewali International Folk and Art akan mengunjungi Pantai Palippis besok tapi ada beberapa permintaan masyarakat Pambusuang kepada pihak penyelenggara.

Melalui Ketua MUI Kecamatan Balanipa, Ustadz Syahid melalui via telpon mengatakan agar pihak penyelenggara untuk betul- betul memperketat keamanan dan memberi pengertian kepada bule untuk tidak berpakaian Bikini.
“Tadi ini banyak santri maupun masyarakat datang ke rumah untuk mempertanyakan kedatangan turis di Palippis, bagi kami yang terpenting Penyelenggara konsisten dengan apa yang di ampaikan jika masyarakat dilarang masuk. maka jangan satupun dibiarkan masuk,” kata Ustadz Syahid

Lanjutnya, permintaan kami agar diindahkan bahwa diberi pengertian kepada turis agar tidak berpakaian bikini jika ingin mandi.
“Saya berharap kepada pihak penyelenggara maupun pemda agar memberi pengertian kepada turis agar tidak berpakaian bikini jika ingin mandi mungkin berpakaian yang sewajarnya,” tuturnya

Lanjutnya, jangan sampai pihak penyelenggara kecolongan seperti yang terjadi di Pantai Mampie karena segitiga emasnya Agama ada di Pambusuang, Lapeo dan Parappe, Pantai Palippis berada ditengah-tengah.

Menanggapi permintaan masyarakat setempat Ketua Panitia PIFAF, Mustari Mula melalui via telepon mengucapkan permohonan maaf sebelumnya jika kedatangan turis meresahkan berbagai elemen masyarakat.
“Sebelumnya saya minta maaf mewakili teman-teman Panitia atas kejadian yang terjadi di Mampie padahal kita sudah melarang masyarakat masuk tetap saja masuk dan itu tidak bisa kita bendung,” kata Mustari

Selain itu, terkait jadwal kunjungan para tamu 5 negara ke Palippis kita akan perketat keamanan dan tidak akan kecolongan lagi. “Kami sudah intropeksi diri dan akan memperketat keamanan jika berkunjung ke Palippis besok. Besok itu hanya berkunjung tidak mandi dan walaupun mandi kita akan memberi pemahaman agar tidak berpakaian bikini,” tutup Mus. (polman ekspres)

Penulis: Habluddin