Ali Jenk Jelaskan Alasannya Gantung Diri

20 Agustus 2016 16:43

Wajar saja, predikat seniman gila dijuluki kepada Ali Jenk, pasalnya dalam menjalankan dan menjabarkan hasil seninya, dia kerap gantung diri. Teranyar, Ali Jenk gantung diri di gedung Universitas Tomakaka Mamuju, dari lantai tujuh.

Ali Jenk pun menjelaskan tujuan pementasan tersebut, yakni untuk mengingatkan orang-orang yang belum tahu makna penghomatan kepada bendera merah putih.

“Jangan hanya tau hormat pada Bendera Merah putih, tetapi yang harus diingat adalah orang yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, yaitu para pahlawan,” terangnya.

Harapan saya pada pementasan itu, terkhusus pada pemerintah, jangan terlalu asik berpolitik, luangkan waktu untuk menengok kebelakan dan lihatlah para pejuang, karena dengan jiwa Nasionalislah kita bisa membangun Negara ini.

“Sekiranya pemerintah lebih memperhatikan lagi pejuang yang masih hidup, baik itu Veteran ataupun masyarakat yang berjuang pada masa itu, dan alangkah baiknya saat upacara HUT RI mereka dihadirkan,” katanya.

Ali Jenk pentas gantung diri di Unika, memakai baju pahlawan dan membawa bendera merah putih sambil meneriakkan kemerdekaan sebagai simbol mengenang hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71.

Diseret dari bawah hingga ke atas gedung, kedua tangan Ali Jenk diborgol lalu lehernya dikalungkan tali dan perlahan dilepaskan ke bawah, tali ditarik hingga ia menggelantung bersama benderanya dengan iringan lagu indonesia raya.

“Jangan jadi penghianat bangsa,” teriak Ali ketika digantung. Ketika diturunkan, ia terdiam sekitar 3 menit layaknya orang mati dan membuat suasana hening. Lalu tiba-tiba tersentak dan menyuarakan tentang kemerdekaan Indonesia.

“Siapa bilang Indonesia belum merdeka, siapa bilang Indonesia tidak akan merdeka,” serunya. (polman ekspres)

 

Penulis : Muhammad Ikbal