LPK Golkar Tegaskan Cagub Harus Kader

6 Agustus 2016 13:30

POLMAN, INIKATA.com – Pengurus Lembaga Pemberdayaan Kader (LPK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Arsyad Idrus, menegaskan usungan partai sebagai calon Gubernur Sulbar harus kader partai.

“Prinsipnya begini, Partai Golkar mengusung kader sendiri dengan pertimbangan jangka panjang, demi penguatan kelembagaan partai Golkar,” terangnya.

Lanjutnya, jika target ini yang mau dicapai, maka pilihannya harus kepada kader yang jelas, bukan dari luar partai Golkar.
“Harus dibangun tradisi di Golkar, kader-kader yang telah berjuang membangun partai diprioritaskan dalam promosi kader. Ini juga sejalan dengan sistem ketatanegaraan kita; sistem presidensil harus didukung dengan penguatan Partai Politik,” terangnya.

Sementara untuk menguatkan lembaga partai perlu komitmen yang kuat dan jangka panjang. LPartai golkar harus memulai sekarang. Loyalitas kader harus dipupuk dengan Reward and Funishment yang jelas,” paparnya.

Penguatan Kelembagaan Partai ini harusnya juga digalakkan dipartai lain, sehingga kader kader partai memiliki ideologi yang jelas, tidak kutu loncat dan berkomitmen menguatkan sistem ketatanegaraan yang telah kita pilih.

“Sehinga bagi saya, mengusung kader sendiri di pilgub Sulbar, bukan cuma Soal Pilgub Sulbar Ansich, tapi berkaitan erat terhadap misi partai Golkar menegakkan sistem ketatanegaraan yang kita anut dengan mulai membangun kelembagaan Partai Politik,” tandasnya.

Sementara Plt ketua DPD I Golkar Sulbar, Hamka B Kady, mengaku mengajukan penundaan atas putusan siapa Cagub Golkar. tersebut belum benar. “DPP memutuskan untuk menunda pembahasan Pilgub Sulbar, karena pendaftaran kandidat masih jauh. Ditunda dulu, masih perlu pengkajian lagi. Masih perlu simulasi ulang. Pendaftaran juga masih jauh,” terangnya.

Ditanya kapan akan diumumkan, Hamka mengaku akan mengumumkan hal tersebut pada akhir-akhir Agustus mendatang. “Bisa saja sampai akhir Agustus. Pendaftaran kan masih jauh,” tegasnya.

Belakangan beredar kabar bahwa DPP mengusung Hasanuddin Mas’ud, namun hal tersebut pun dibantah oleh Hamka B Kady. (polman ekspres)